Claudio Bravo Yang Semakin Hujan Kritikan

Pelaih Manchester City, Josep Guardiola mungkin saja saat ini sedang dilema terkait Claudio Bravo. Walaupun punya penguasaan bola yang cukup oke, namun Bravo bisa dibilang lemha dalam menahan tembakan lawan.

Guardiola bersikeras merekrut Bravo dari Barcelona ke Manchester City untuk mendukung sistem permainannya. Kedatangan kiper tim nasional Chile tersebut pada akhirnya mendepak kiper nomor satu klub dan timnas Inggris, Joe Hart, yang kemudian pindah ke Torino sebagai pemain pinjaman.

Namun, performa Bravo di bawah mistar gawang City di sepanjang musim ini terbilang belum memuaskan. Alhasil, hujan cemooh dan kritikan pun alamatkan kepada kiper berusia 33 tahun itu.

Dalam 22 penampilannya bersama City di seluruh ajang kompetitif, Bravo hanya mampu membuat lima clean sheet dan sudah kebobolan sebanyak 28 gol. Di ajang Premier League saja, Bravo telah kebobolan 23 gol, termasuk empat gol yang disarangkan Everton dalam kekalahan 0 – 4 di Goodison Park, Minggu, 15 Januari 2017.

Menurut catatan yang dilansir oleh Sky Sports, Bravo unggul untuk persoalan operan akurat di antara para kiper lain di Premier League. Dia berhasil mencatatkan opersan akurat sebesar 71,5% hanya kalah dari kiper Tottenham Hotspur Hugo Lloris yang membuat 72,9%.

Namun demikian, Bravo saat lemah saat menghalu tembakan-tembakan lawan. Bravo tercatat sudah kebobolan sebayak 42,6% dari tembakan yang mengarah ke gawangnya. Ini adalah catatan terburuk nomor di liga setelah Lukasz Fabianski (Swansea City) dan Fraser Forster (Southampton).

Sementara itu, sepanjang musim ini, The Citizens mencetak satu gol di setiap 2,8 tembakan yang mengarah ke gawang lawan. Akan tetapi, mereka juga kebobolan satu gol dalam setiap 2,5 tembakan ke arah gawang lawan.

Leave a Reply