Dicap Penghianat, Payet Bela Diri

Kepindahan Dimitri Payet dari West Ham United membuatnya menerima kritik habis-habisan dari para suporter maupun para pemain The Hammers. Atas hal itu, Payet pun membela diri.

Payet dalam sebulan belakangan dipinggikan dari tim utama setelah dia meminta kepada sang pelatih, Slaven Bilic dan pemilik West Ham agar dilego. Kebetulan masa depan si pemain 29 tahun pun sempat menjadi spekulasi dalam beberapa waktu belakangan ini.

Namun, Bilic waktu itu dengan tegas tidak ingin menjualnya dan malah membekukan status Payet. Hal ini lantas membuat Payet jadi sasaran kritik fans serta rekan-rekan setimnya di West Ham.

Payet dianggap tidak tahu terima kasih usai West Ham memberi dia perpanjangan kontrak pada awal Januari 2016 yang membuatnya menjadi pemain yang menerima gaji tertinggi. Itu sebagai apresiasi atas performa hebat Payet musim lalu.

Namun, drama soal Payet akhirnya berakhir juga setelah dia resmi hengkang dan pulang ke klub lamanya Marseille. Kubu West Ham pun akhirnya lega sudah tidak lagi diperkuat oleh pemain yang sudah dicap “pengkhianat” itu.

Terkait kritik yang datang kepadanya, Payet sama sekali tidak mau peduli karena dia tetap menganggap West Ham United berjasa kepadanya dan berterima kasih atas 1,5 tahun yang menyenangkan selama di klub London itu.

“Saya tidak begitu merasa betah di West Ham United yang membuat saya harus memutuskan untuk kembali ke tim asal saya. Tapi apapun itu, saya sudah menjalani tahun-tahun yang luar biasa bersama West Ham,” ujar Payet di Soccerway.

Payet sudah mencatatkan 60 penampilan di seluruh kompetisi dengan torehan 15 gol. Musim ini dia hanya tampil sebanyak 22 kali dan membuat tiga gol.

Leave a Reply