Griezmann Anggap Kalah Dari Madrid Lebih Menyakitkan Ketimbang Portugal

Dua kekalahan di babak final dialami oleh Antoine Griezmann tahun ini. Namun kekalahan dari Real Madrid di final Liga Champions dianggap oleh Griezmann sebagai yang paling menyakitkan.

Tahun 2016 bisa dibilang seperti sebuah roallercoaster untuk Griezmann ketika dia makin menahbiskan namanya sebagai salah satu pesepakbola top Eropa. Baik di level klub bersama Atletico Madrid dan juga tim nasional Prancis, Griezmann gemilang namanya dengan membawa dua-duanya tampil di babak final.

Namun sayang, penampilan Griezmann dalam laga final itu tidak diakhiri oleh Griezmann dengan gelar juara. Di Liga Champions, Griezmann bersama Atletico Madrid takluk dari Madrid dalam drama adu penalti.

Tidak lama berselang, Griezmann kembali menelan kekalahan di final setelah kesebelasan Portugal menaklukkan Prancis di partai puncak Piala Eropa. Padahal di kompetisi itu Griezmann berhasil tampil sebagai top skorer (6 gol) dan juga pemain terbaik.

Saat ditanya manakah yang lebih terasa menyakitkan, Griezmann memilih final Liga Champions. Selain kalah dari rival sekota, Griezmann sebenarnya punya kesempatan mencetak gol pada awal babak kedua namun tendangannya membentur mistar gawang.

“Kekalahan itu sangat menyakitkan untuk saya karena keduanya adalah final sangat berarti bagi saya, salah satu yang paling menyakitkan adalah final Liga Champions, sebab kami sudah mempersiapkan itu selama dua minggu. Kami sudah membayangkan bagaimana merayakan kemenangan ini. Tapi kenyataannya kami justru kalah di babak adu penalti,” ujar Griezmann.

Leave a Reply