Guardiola Lebih Pilih Pulang Kampung Daripada Ubah Gaya Permainan

Hujan kritik diarahkan kepada Josep Guardiola setelah Manchester City menelan kekalahan telak beberapa hari lalu. Walaupun laju The Citizens sedang tersendat, Guardiola memastikan jika dia tidak akan merubah gaya permainan.

Kekalahan telak 4 gol tanpa balas saat berkunjung ke kandang Barcelona di matchday III Liga Champions menjadi titik nadir City dalam beberapa pekan terakhir. Hasil laga di Camp Nou tersebut membuat The Citizens gagal menang dalam empat pertandingan terakhir di semua kompetisi (D2 L2).

Kondisi-kondisi tersebut membuat Guardiola mulai dihujani kritik. Tapi pelatih berkebangsaan Katalan tersebut masih yakin kalau pendekatan yang dia lakukan dalam melatih The Citizens merupakan yang terbaik. Jika dia diminta merubah gaya permainan timnya, Pep lebih memilih pulang saja ke kampung halamannya.

“Saya tidak akan merubah gaya permainan saya. Anda tahu kenapa? Karena dalam tujuh tahun saya berhasil memenangkan 21 gelar. Maaf, teman. Itu artinya tiga gelar dalam satu musim, bermain dengan cara seperti ini. Saya tidak akan mengubahnya. Saya akan pulang sebelum saya mengubahnya,” lanjut Pep.

Mengenai rangkaian gagal menang yang saat ini sedang dialami oleh Manchester City, Guardiola menilai jika kalau proses membentuk tim yang solid tidaklah mudah. Disebutnya, mustahil menjadikan City bermain seperti Barcelona atau Bayern Muenchen hanya dalam waktu tiga bulan.

“Anda harus tau betapa sulitnya membangun sesuatu. Kami baru tiga bulan bersama, tapi tahun ketiga saya di Barcelona dan Bayern Muenchen lebih baik daripada tiga bulan pertama di sana. Tidak akan semudah itu.”

Leave a Reply