Juventus Harus Lebih Dominan Jika Ingin Menangkan Liga Champions

JuventusRaksasa Serie A, Juventus dinilai harus segera merubah pendekatan cara bermain jika memang ingin menjadi kampium di ajang Liga Champions. Il Bianconeri perlu bermain lebih berani lagi serta lebih mendominasi permainan.

Juventus dua kali melangkah ke final Liga Champions dalam tiga musim terakhir. Namun La Vechia Signora selalu meraih kegagalan dalam dua kesempatan tersebut.

Di pertandingan final Liga Champions musim 2014/2015, Juventus dikalahkan oleh Barcelona di partai final. Kemudian di final musim 2016/2017, anak-anak asuhan Massimiliano Allegri itu takluk di tangan Real Madrid.

Pelatih legendaris Italia, Arrigo Sacchi yakin jika Juventus perlu bermain lebih berani dan berupaya menekan lawan sepanjang pertandingan. Sejauh ini, dia melihat Paulo Dybala dan kawan-kawannya cuma bermain dominan di periode singkat lalu menarik diri dan mengincar serangan balik.

“Klub-klub yang bermain dominan sudah berhasil memenangkan Liga Champions, dari Real Madrid-nya Alfredo Di Stefano ke Ajax di 1970-an sampai ke Barcelona-nya Josep Guardiola,” Arrigo Sacchi mengatakannya kepada harian Mediaset Premium.

“Saya suka melihat permainan Juventus ketika mereka mengambil inisiatif. Tapi mereka hanya bermain seperti itu tidak sepanjang pertandingan lalu kemudian mundur, hanya bertahan, dan mengincar serangan balik. Mereka tidak memaksimalkan potensi lini serang mereka atau menyuapi para penyerang dengan peluang.”

“Saya ingin bertanya kepada Massimiliano Allegri kenapa mereka melakukan itu. Saya takut itu karena persoalan fisik, jadi tim tidak mampu menangani cara bermain tertentu selama satu babak penuh,” dia menambahkan seperti dikutip Football Italia.

Leave a Reply