Mourinho Lagi-lagi Keluhkan Padatnya Jadwal MU

Jose MourinhoManajer Manchester United, Jose Mourinho lagi-lagi mengeluhkan jadwal yang dianggap tak menguntungkan timnya. Kali ini yang dia keluhkan adalah soal jadwal di laga pamungkas The Red Devils musim ini.

Bukan rahasia lagi jika Mourinho belakangan sering mengeluh soal padatnya jadwal Manchester United terutama sejak masuk di bulan April. Saat itu MU memang menjalani sekitar 8 – 9 pertandingan selama rentang 30 hari.

Ini adalah buntut soal keikutsertaan The Red Devils di berbagai kompetisi seperti Piala FA, Piala Liga Inggris, dan Liga Europa. Menjelang tutup musim 2016/2017, Mourinho seharusnya tidak lagi mengeluh soal hal ini karena peluang MU di liga juga sudah habis.

Namun berkaitan dengan penampilan mereka di final Liga Europa tengah pekan depan, Mourinho pun lagi-lagi mengungkapkan kekesalannya melihat padatnya jadwal Manchester United. Ini dilontarka oleh Mourinho usai MU memainkan laga tunda kontra Southampton yang berakhir 0 – 0, pada hari Kamis (18 Mei 2017) dinihari WIB. Selang tiga hari kemudian, Wayne Rooney akan berhadapan dengan Crystal Palace di Old Trafford.

Yang membuat Mourinho kesal adalah pertandingan terakhir itu hanya berselang tiga hari dari final di Stockholm, Kamis (25 Mei 2017) dinihari WIB mendatang. Itu artinya The Red Devils hanya memiliki waktu istirahat yang relatif singkat.

“Seharusnya pertandingan di liga ini diadakan di hari Sabtu, karena kami sudah pasti posisi enam di hari Sabtu, hasil apapun sudah tidak ada gunanya, dan Crystal Palace juga sudah aman. Jadi setelah Hull City terdegradasi, dan Swansea selamat, harusnya saat itu ditentukan laga digelar hari Sabtu, di manapun pasti akan digelar hari Sabtu. Tapi sayangnya ini di hari Minggu,” tutur Mourinho di Soccernet.

“Saya benar-benar frustasi dengan ini. Saya berharap Anda tidak akan membunuh saya ketika melihat tim ini. Saya tidak ingin membuang-buang waktu meminta hal yang tidak mungkin terjadi. Saya tidak akan bertarung saat saya tahu pasti akan kalah,” sambungnya.

“Sudah tujuh tahun saya menangani tim Inggris dan saya tidak pernah melihat mereka sedikit pun peduli soal tim-tim Inggris yang terlibat di kompetisi Eropa. Ini seperti kekalahan lainnya saja dan kami harus menerimanya,” tutupnya.

Leave a Reply