Napoli Kalah Karena Terpengaruh Kekalahan Manchester City

NapoliNapoli tersingkir dari Liga Champions setelah usai takluk di tangan Feyenoord. Sang manajer, Maurizio Sarri mengatakan bahwa timnya merasa sangat terpukul dengan hasil pertandingan antara Shakhtar Donetsk kontra Manchester City.

Napoli diwajibkan meraih kemenangan di kandang Feyenoord sambil mengharapkan Manchester City mengalahkan Shakhtar Donetsk. Akan tetapi, Partenopei Gli Azzurri justru tumbang 1 – 2 di Stadion Feijenoord, Kamis (7 Desember 2017) dinihari WIB.

Piotr Zielinski menumbuhkan harapan Napoli setelah mencetak gol cepat pada menit kedua. Namun, Feyenoord berhasil mengejar ketinggalan mereka setelah Nicolai Jorgensen menciptakan gol penyama setengah jam kemudian, yang menandai babak pertama imbang 1 – 1.

Dalam pertandingan lainnya, Manchester City yang diharapkan Napoli justru kebobolan dua gol dari Shakhtar sebelum akhirnya dipaksan menyerah dengan skor akhir 1-2. Di babak kedua, Napoli semakin terbenam setelah De club van het volk mencetak gol kedua lewat Jeremiahjerry St. Juste dalam kondisi bermain dengan 10 orang usai kartu merah Tindade de Vilhena.

“Kami membiarkan diri kami sendiri terpengaruh dengan kabar buruk yang kami terima dari Ukraina, tapi dalam hal mentalitas, itu adalah sebuah kesalahan besar. Seharusnya ini bisa kami jadikan sebuah ujian untuk bermain seolah-olah hasil yang kami dapat tidak sia-sia,” kata Sarri kepada Mediaset Premium.

“Kami seharusnya bisa menyelesaikan beberapa masalah, karena dalam dua atau tiga pertandingan dominasi penguasaan bola tidak diteruskan menjadi gol atau bahkan hanya sekedar peluang.”

Kekalahan Manchester City atas Feyenoord membuat Napoli finis ketiga Grup F dengan enam poin hasil enam pertandingan dan terpaksa turun kasta ke Liga Europa. Kekalahan ini juga menjadi yang kedua berturut-turut setelah kalah di tangan Juventus 0 – 1 di ajang Serie A.

Leave a Reply