Performa Buruk AC Milan Buat Berlusconi Sedih

Silvio BerlusconiSilvio Berlusconi mengungkapkan perasaannya ketika menyaksikan penampilan AC Milan saat ini. Mantan bos besar AC Milan itu mengaku sedih.

Silvio Berlusconi sudah tidak lagi menjabat sebagai Presiden AC Milan. Pria berkebangsaan Italia ini menjual saham mayoritas AC Milan ke konsorsium raksasa asal China pada tahun lalu, yang menyudahi kepemimpinannya selama 30 tahun terakhir.

Di bawah Li Yonghong, bos AC Milan yang sekarang, Il Rossoneri sempat sesumbar kembali ke masa-masa jayanya. Dana melimpah dikucurkan di bursa transfer musim panas kemarin untuk merekrut pemain-pemain bintang demi membangun kekuatan baru.

Dana yang tidak kurang dari 200 juta euro lebih dihabiskan untuk merekrut sebelas pemain baru. Namun apa daya, guyuran uang melimpah tidak bisa serta merta menyulap permainan AC Milan menjadi lebih baik dalam waktu sekejap.

AC Milan masih terseok-seok di pentas Serie A musim ini. Dari 11 pertandingan yang sudah dijalani, AC Milan meraih lima kemenangan, lima kekalahan, serta satu kali imbang dengan total mengoleksi 16 poin, tertinggal 15 poin dari Napoli di puncak klasemen.

Sementara di ajang Liga Europa, AC Milan juga masih kesulitan walaupun hanya bersaing dengan tim sekelas AEK Athena, HNK Rijeka, dan Austria Wien. Terakhir mereka ditahan imbang tanpa gol oleh AEK Athena.

Hal itu membuat Berlusconi, yang di masa lalu pernah mengantarkan AC Milan berjaya dengan meraih delapan gelar Scudetto dan lima trofi Liga Champions, merasa kecewa menyaksikan nasib AC Milan saat ini. Kekecewaannya itu bahkan sudah tidak pernah lagi datang ke San Siro.

“Saya belum pernah datang ke stadion San Siro sejak saat itu, saya selalu menyaksikan pertandingan-pertandingan AC Milan di TV dan penampilan mereka membuat saya merasa sangat sedih,” kata Silvio Berlusconi seperti yang dilansir dari Calciomercato.

AC Milan akan kembali tampil di Liga Europa dengan menghadapi AEK Athens di matchday keempat Liga Europa, Jumat (3 November 2017) dini hari WIB.

Leave a Reply