Timnas Jerman dan Inggris Masih Trauma Teror Paris

Teror bom dan serangan di Paris beberapa bulan lalu masih menyisakan rasa ketakutan beberapa kontestan Euro 2016. Jerman dan Inggris misalnya, dua kontestan itu mengaku masih khawatir dengan masalah keamanan meskipun yakin jika tuan rumah, Prancis akan mengamankan secara maksimal.

Serangan teror bom dan penembakan yang terjadi bulan November lalu sempat mengganggu laga persahabatan Prancis melawan Jerman. Walaupun seranga itu tidak memakan korban jiwa, namun jadwal beberapa pertandingan di Eropa sempat terganggu.

Walaupun dua bulan sudah berlalu sejak peristiwa itu dan situasi keamanan di kota Paris bisa dibilan sudah aman dari berbagai ancaman, kekhawatiran tetap dirasakan oleh para peserta Piala Eropa. Hal itu diungkapkan langsung Joachim Loew selaku pelatih Tim nasional Jerman.

“Tentu saja keamanan jadi persoalan utama setelah apa yang terjadi pada bulan November lalu, anda tidak bisa melupakannya. Tetapi saya yakin jika pemerintah Prancis sudah melakukan bekerja semaksimal mungkin untuk memastikan soal keamanan di sini,” ungkap Joachim Loew seperti yang dilansir di situs resmi UEFA.

Hal serupa juga diungkapkan oleh pelatih tim nasional Inggris, Roy Hodgson. Hodgson menganggap pemerintah Prancis sudah tepat saat menangani kondisi negaranya usai mendapat serangan teroris.

“Saya yakin pemerintah Prancis, UEFA serta semua pihak yang berwenang mengatur keamanan, sudah bekerja semaksimal mungkin agar Piala Eropa memungkinkan untuk dilaksanakan.”

Panitia sendiri sempat mengatakan sebuah rencana unik soal pertandingan di mana laga-laga di Piala Eropa akan diselenggarakan dalam stadion kosong tanpa penonton. Menanggapi hal tersebut, Loew menganggap jika itu adalah ide yang konyol.

“Euro atau pertandingan dalam stadion kosong, jelas saja tidak akan ada yang mau menyaksikannya. Jadi saya harap Euro bisa terlaksana seperti yang sudah direncanakan sebelumnya,” tegasnya.

Leave a Reply