Wacana Gelar Piala Eropa 2016 Secara Tertutup Masih Dipikirkan

Aksi teror bom dan penembakan di beberapa negara Eropa, termasuk Prancis memunculkan rumor jika gelaran Piala Eropa 2016 bisa saja dilakukan secara tertutup. Dua kali rumor itu muncul, dua kali pula rumor itu dibantah.

Rencana pertama terkait hal tersebut kali pertama dikemukakan oleh Direktur Turnamen Martin Kallen di awal Maret lalu. Yang menjadi saat itu adalah serangan teror ke Prancis di bulan November 2015 lalu, yang akan menjadi tuan rumah Piala Eropa 2016 musim panas mendatang.

Pada prosesnya rencana itu tidak bertahan lama. Hanya beberapa hari berselang setelah rencana itu dikemukakan, Presiden Piala Eropa 2016, Jacques Lambert mengatakan bahwa memainkan laga tanpa penonton memang bisa menjadi sebuah pilihan namun itu adalah sebuah pilihan mustahil.

Teror bom yang terjadi di Brussels, Belgia, pada awal pekan ini kemudian kembali memunculkan rencana untuk memainkan pertandingan Piala Eropa secara tertutup jika situasinya nanti memang memaksa untuk seperti itu.

Wakil Presiden UEFA, Giancarlo Abete mengatakan jika rencana untuk memainkan pertandingan secara tertutup dalam turnamen sebesar itu merupakan pilihan yang lebih masuk akal daripada menunda pertandingan untuk dilanjutkan pada hari berlainan.

Akan tetapi, UEFA kemudian mengeluarkan pernyataan untuk menegaskan bahwa memainkan pertandingan secara tertutup tidak masuk dalam rencana mereka karena yakin benar dengan level keamanan di kompetisi itu nanti.

“Kami percaya kepada seluruh pihak yang bertanggung jawab dengan kemananan akan bekerja semaksimal mungkin untuk menjamin sebuah Piala Eropa yang aman dan meriah, dan oleh karena itu tidak ada alasan bagi kami untuk melakukan pertandingan tanpa penonton,” jelas UEFA dalam pernyataan resminya.

“Akan tetapi kami juga sedang mempelajari rencana dan beberapa skenario untuk menghadapi situasi darurat karena kami bertekad memastikan keamanan semua pihak yang terlibat, baik penonton, pemain atau siapapun dengan amat serius.”

Leave a Reply